“Ke depan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspons secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,”
paparnya. Sebuah peringatan yang wajar, mengingat dunia saat ini saling terhubung.
Lalu, apa yang membuat keyakinan ini bertahan? Perry menambahkan, sentimen pelaku ekonomi baik rumah tangga maupun pengusaha terus dijaga agar tetap positif. Optimisme inilah yang pada akhirnya mendorong konsumsi dan investasi tetap bergerak. Berbagai program pemerintah dinilai punya dampak kuat, tidak hanya untuk mendongkrak angka pertumbuhan, tapi juga menyerap tenaga kerja, tentu saja dengan tetap mempertimbangkan kesehatan anggaran negara.
Sebagai penutup, Perry menegaskan komitmen BI. “Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah,” terangnya. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas, sambil terus mendorong ekonomi agar tumbuh. Sebuah tugas yang tidak mudah, tapi tampaknya mereka cukup percaya diri.
Artikel Terkait
Arus Mudik H-4 Lebaran di Tol Cipali Naik 22%, Sistem Satu Arah Diterapkan
Pria Mabuk di Bogor Ancam Bunuh Mantan Istri dan Anak, Diamankan Polisi
Truk Sumbu Tiga Langgar Aturan Jadi Pemicu Utama Kemacetan Panjang di Gilimanuk
BPJS Kesehatan dan Bappenas Bahas Keberlanjutan Program JKN