Usai mendengar penjelasan, rombongan diajak berinteraksi langsung dengan para raksasa lembut itu. Dengan ditemani para mahout atau pawang, Sigit dan Titiek Soeharto menyuapi gajah-gajah tersebut. Mereka memberikan buah-buahan segar nanas, semangka, pisang bahkan gula merah. Suasana cair, penuh tawa, meski sesekali terlihat kekaguman pada hewan-hewan perkasa itu.
“Kita harus pastikan satwa liar kita, khususnya gajah sumatera, tetap lestari,” ujar Jenderal Sigit.
Menurutnya, sinergi antara Polri, Kementerian Kehutanan, dan DPR RI mutlak diperkuat. Tujuannya jelas: menjaga ekosistem hutan dan meminimalisir gesekan antara manusia dan satwa. Komitmen itu, katanya, bukan sekadar wacana.
Sebagai penutup kunjungan, sebuah aksi simbolis dilakukan. Sigit, Titiek Soeharto, Raja Juli, hingga Kapolda Riau Herry Heryawan bersama-sama menanam bibit pohon di area taman nasional. Aktivitas sederhana itu menjadi penegas: upaya rehabilitasi hutan dan pelestarian lingkungan di Riau adalah kerja kolektif yang harus terus digelorakan. Hari itu, di tengah hutan Tesso Nilo, politik dan lingkungan sempat berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Pertamina Tambah SPBU Modular Jadi 96 Titik untuk Antisipasi Antrean Mudik
Arus Mudik H-4 Lebaran di Tol Cipali Naik 22%, Sistem Satu Arah Diterapkan
Pria Mabuk di Bogor Ancam Bunuh Mantan Istri dan Anak, Diamankan Polisi
Truk Sumbu Tiga Langgar Aturan Jadi Pemicu Utama Kemacetan Panjang di Gilimanuk