Strateginya berlapis. Mulai dari memberikan pembiayaan yang sudah tersegmentasi sesuai profil risiko, memastikan kegiatan penagihan berjalan efektif, hingga menambah kapasitas karyawan di titik-titik tertentu yang dianggap krusial.
“Semua itu untuk memastikan operasional tetap optimal dan risiko kredit bisa ditekan,” jelas Gani.
Sementara itu, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan gambaran yang lebih luas. Industri multifinance secara keseluruhan menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp78,16 triliun pada Januari lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebut angka itu didominasi oleh pembiayaan multiguna.
“Porsinya mencapai 47,47%,” katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026.
Secara nominal, pembiayaan multiguna menyentuh Rp37,10 triliun. Disusul oleh pembiayaan investasi sebesar Rp18,72 triliun, dan pembiayaan modal kerja senilai Rp17,04 triliun. Angka-angka ini menunjukkan di mana tren permintaan masyarakat sebenarnya bergerak.
Artikel Terkait
Wamendagri Tinjau RSUD Yowari, Tegaskan Pelayanan Pasien Harus Jadi Prioritas
Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional 80 Juta Barel Antisipasi Gejolak Harga
Titiek Soeharto Desak Pemulihan Tesso Nilo sebagai Habitat Gajah, Soroti Relokasi yang Manusiawi
Kapolres Tangerang Kota Inspeksi Pos Pengamanan Jelang Operasi Ketupat Jaya 2026