Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, yang menyampaikan rencana itu.
Di sisi lain, kondisi lalu lintas saat ini masih dikatakan terkendali. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengakui memang sudah ada peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. Tapi situasinya masih bisa diatur.
Agus menyebut, pihaknya bersama Polda Jabar dan Kemenhub terus menyiapkan berbagai skenario. Tujuannya jelas: mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18 Maret.
Data proyeksi mereka menyebutkan, baru sekitar 28 persen pemudik yang keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah. Sisanya, yang sekitar 72 persen, masih akan bergerak mendekati hari puncak.
Untuk sekarang, Korlantas Polri belum memberlakukan contraflow. Alasannya, kondisi masih relatif lancar. Tapi semua bisa berubah. Intervensi lebih lanjut akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan perkembangan nyata di jalan.
Jadi, bagi yang akan mudik lewat jalur ini, bersiaplah. Perjalanan mungkin akan berbeda mulai besok pagi.
Artikel Terkait
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Solu Bolon Warnai HUT Toba, Bupati Ajak Masyarakat Bernostalgia
Polda Riau Musnahkan Ratusan Rakit dan Ungkap Puluhan Kasus Tambang Emas Ilegal
Kapolri Tinjau Inovasi Green Policing dan Teknologi RADAR di Riau