“Ini perlu disosialisasikan ke masyarakat,” jelas Dedi.
“Aplikasi Siger menyajikan data real-time yang akurat. Nantinya, data itu jadi dasar untuk rekayasa lalu lintas atau tindakan lain, biar lebih efektif.”
Lewat aplikasi itu, situasi lalu lintas diklasifikasikan. Kriteria hijau, misalnya, menandakan kondisi sangat kondusif dan lancar. Namun begitu, jika traffic counting menunjukkan ada peningkatan kepadatan, sistem akan memberi peringatan warna kuning.
Yang penting, alternatif tindakan sudah disiapkan sebelumnya. Jadi, polisi tak perlu lagi kebingungan saat harus bertindak cepat di lapangan.
Artikel Terkait
Satu Awak Bus Positif Narkoba Usai Razia Tes Urine di Terminal Mandalika
PP PIRA Salurkan Ratusan Paket Sembako ke Warga Jakarta Jelang Lebaran
Polisi Ungkap Motif Sakit Hati di Balik Pembunuhan Perempuan Muda dalam Boks di Medan
Gus Yasin Lepas Kereta Mudik Gratis dari Gambir ke Semarang