"Pelaku adalah penerima paket pos yang berisi kurang lebih 4.080 butir ekstasi yang dikirim dari Luksemburg," jelasnya.
Di sisi lain, ada juga barang bukti yang berasal dari operasi spektakuler di Bali. BNN menggerebek sebuah lab rahasia milik sindikat Rusia dan menyita party drug jenis mephedrone dalam bentuk cair. Sebanyak 7.247 mililiter cairan berbahaya itu ikut dimusnahkan hari itu.
"Dari hasil penggeledahan di tempat produksi di wilayah Kabupaten Gianyar, petugas menyita barang bukti hasil produksi narkotika jenis mephedrone dalam bentuk cairan sebanyak 7.250 mililiter. Petugas kemudian melakukan penyisihan uji lab sebanyak 3 mililiter dan sisanya sebanyak 7.247 mililiter dimusnahkan," papar Roy.
Operasi di Bali itu memang cukup besar. Selain produk jadinya, BNN juga menyita bahan baku produksinya. Ada bahan kimia cair sebanyak 198.129 mililiter yang dibakar. Juga bahan kimia padat seberat 4.099,5 gram.
"Selain itu juga ada bahan kimia dalam bentuk cairan sebanyak 198.657 mililiter, disisihkan untuk uji lab sebanyak 528 mililiter, sehingga dimusnahkan 198.129 mililiter," kata Roy.
"Bahan kimia dalam bentuk padatan, sebagaimana yang ada di depan teman-teman media, sebanyak 4.100 gram, disisihkan untuk uji lab sebanyak 0,5 dan kemudian nanti akan dimusnahkan 4.099,5 gram," imbuhnya.
Artikel Terkait
Pegadaian Fasilitasi Mudik Lebih dari 4.000 Pemudik Jelang Lebaran 2026
KPK Tahan Staf Khusus Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Pungli Kuota Haji
BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 4,9-5,7%, Didorong Kuatnya Permintaan Domestik
Mercedes-Benz Siapkan 12 Titik Bengkel Siaga untuk Mudik Lebaran 2026