Tak sekadar tumpangan gratis, para pemudik juga akan mendapat bantuan sembako dan sejumlah uang saku. Rutenya mencakup berbagai kota dan kabupaten, mulai dari Solo, Klaten, Yogyakarta, hingga ke Madiun, Boyolali, Bantul, dan Magelang. Di Jawa Barat, bus-bus itu akan menuju Cirebon dan Indramayu.
Bahlil sendiri mengaku sangat memahami betapa pentingnya tradisi pulang kampung ini. "Saya sebagai orang kampung, hari raya di Jakarta itu penting. Tapi jauh lebih penting kalau saya pulang," katanya dengan nada khas.
Dia bahkan berencana ikut mudik. "Itulah esensi mudik. Wah, enak sekali kan? Bisa makan dengan keluarga, ketemu teman-teman kecil, ketemu orang tua kalau masih ada. Itu maknanya," imbuhnya, menggambarkan kerinduan yang personal.
Namun begitu, menurut Bahlil, mudik bukan cuma soal nostalgia dan silaturahmi belaka. Ada makna lain yang lebih konkret, yakni mendorong perputaran ekonomi di daerah-daerah tujuan. Arus mudik, dalam pandangannya, bisa menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi lokal yang cukup signifikan.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampar, Dukung Konektivitas Warga
Korban AS di Konflik dengan Iran: 13 Tewas, 200 Luka, Sebagian Besar Sudah Kembali Bertugas
Uni Eropa Belum Siap Kerahkan Kapal Perang Tambahan ke Selat Hormuz
Titiek Soeharto Soroti Akses Sekolah Saat Peresmian 110 Jembatan di Riau