Korban AS di Konflik dengan Iran: 13 Tewas, 200 Luka, Sebagian Besar Sudah Kembali Bertugas

- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:50 WIB
Korban AS di Konflik dengan Iran: 13 Tewas, 200 Luka, Sebagian Besar Sudah Kembali Bertugas

Sudah tiga minggu konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berlangsung. Korban di pihak AS terus berjatuhan. Tak sedikit personel militernya yang gugur, sementara angka yang terluka melonjak hingga sekitar dua ratus orang.

Iran sendiri tak tinggal diam. Sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel, mereka melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi ke negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika.

Laporan terbaru dari Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, memberi gambaran lebih jelas tentang korban luka itu. Dari sekitar 200 tentara yang terluka, sebagian besar hanya mengalami cedera ringan. Bahkan, 180 di antaranya sudah dinyatakan fitur dan kembali bertugas.

Namun begitu, situasinya tak sepenuhnya mereda.

“Sebanyak 10 tentara AS lainnya mengalami cedera serius,” jelas pernyataan CENTCOM.

Sejak pertempuran pecah pada akhir Februari lalu, setidaknya 13 prajurit AS telah tewas. Kematian mereka berasal dari serangan langsung Iran dan juga insiden-insiden lain di kawasan Timur Tengah yang disebut tidak terkait perang.

Menurut investigasi CBS News, enam dari korban tewas itu adalah akibat serangan drone Iran yang menghantam sebuah pangkalan militer di Kuwait dengan keras. Serangan itu meninggalkan luka yang dalam, secara harfiah maupun figuratif.

Kemudian, ada satu tentara AS yang terluka parah saat Pangkala Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi diserang awal Maret. Dari keterangan Pentagon, prajurit itu bertahan hampir seminggu sebelum akhirnya meninggal karena luka-lukanya.

Di sisi lain, enam nyawa lainnya hilang dalam sebuah insiden tragis di Irak pertengahan Maret. Sebuah pesawat militer jenis pengisian bahan bakar jatuh. CENTCOM dengan cepat menyatakan bahwa kecelakaan ini bukan akibat tembakan atau serangan Iran. Sampai sekarang, penyebab pasti jatuhnya pesawat itu masih diselidiki tim militer AS. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler