Sudah tiga minggu konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berlangsung. Korban di pihak AS terus berjatuhan. Tak sedikit personel militernya yang gugur, sementara angka yang terluka melonjak hingga sekitar dua ratus orang.
Iran sendiri tak tinggal diam. Sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel, mereka melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi ke negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika.
Laporan terbaru dari Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, memberi gambaran lebih jelas tentang korban luka itu. Dari sekitar 200 tentara yang terluka, sebagian besar hanya mengalami cedera ringan. Bahkan, 180 di antaranya sudah dinyatakan fitur dan kembali bertugas.
Namun begitu, situasinya tak sepenuhnya mereda.
“Sebanyak 10 tentara AS lainnya mengalami cedera serius,” jelas pernyataan CENTCOM.
Artikel Terkait
KPK Dalami Asal Usul Uang Jatah THR Bupati Cilacap
PLN EPI Perketat Koordinasi Pasokan Batu Bara untuk Jaga Stabilitas Listrik
Pegadaian Fasilitasi Mudik Lebih dari 4.000 Pemudik Jelang Lebaran 2026
KPK Tahan Staf Khusus Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Pungli Kuota Haji