Namun begitu, nada optimisnya tetap sama. Sehari sebelumnya, pada Senin (16/3) waktu setempat, dia menegaskan kembali keyakinannya.
"Kita akan memiliki dunia yang lebih aman ketika perang ini berakhir. Perang ini akan segera berakhir," kata Trump.
Di balik keyakinan itu, Trump mengaku merasa terpanggil untuk bertindak. Dia menyebutnya sebagai sebuah "kewajiban", meski secara pribadi sebenarnya enggan. Menurut versinya, serangan AS terhadap Iran bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan mutlak. Tanpa aksi pre-emptif itu, Trump meyakini perang nuklir bisa meletus dan bereskalasi menjadi Perang Dunia III. Narasinya jelas: ini adalah operasi militer yang terpaksa dilakukan demi mencegah bencana yang lebih besar.
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Soroti Peran Krusial Pemerintah Daerah dalam Keberlanjutan JKN
Istri Tuntut Nafkah Anak Rp30 Juta per Bulan dalam Sidang Perceraian Insanul Fahmi
Wakapolri Tinjau Arus Mudik, Bakauheni Ramai Tapi Tidak Macet Total
Hariyanto Dicalonkan Jadi Ketum PERADI, Dapat Dukungan Dahlan Iskan