Sejak konflik AS-Israel dan Iran meletus dua minggu silam, gelombang kepulangan makin deras. Perkiraan kasar, sudah 1.500 lebih warga Filipina tiba di tanah air dari berbagai titik di Timur Tengah. Padahal, wilayah itu menjadi tempat mencari nafkah bagi sekitar 2,4 juta pekerja Filipina. Jumlah yang sangat besar.
Perang ini sendiri dipicu serangan gabungan Israel dan AS pada akhir Februari lalu. Serangan itu, seperti dilaporkan berbagai media, menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah fasilitas milik AS di Arab Saudi, UEA, Irak, Bahrain, dan Kuwait. Korban pun berjatuhan di kedua belah pihak.
AS mengklaim tujuh personel militernya tewas dalam pertukaran serangan ini. Situasinya masih panas, dan ketidakpastian masih menyelimuti kawasan.
Artikel Terkait
BNN Musnahkan 34,2 Kg Sabu dan Ekstasi, Selamatkan 147 Ribu Potensi Penyalahguna
Badan Gizi Nasional Libatkan Kejagung Awasi Dana Makan Bergizi Gratis
BNN Musnahkan 34,2 Kg Sabu, Ekstasi, dan Party Drug dari Berbagai Kasus
Ribuan Pemudik Berangkat Gratis dari Depok, Puncak Arus Diprediksi Besok