Rupiah Mengawali Pagi dengan Penguatan, Analis Waspadai Tekanan di Sisa Hari

- Selasa, 17 Maret 2026 | 09:45 WIB
Rupiah Mengawali Pagi dengan Penguatan, Analis Waspadai Tekanan di Sisa Hari

Pertemuan bank sentral Amerika Serikat itu dijadwalkan pekan depan, dan hasilnya bakal menentukan arah kebijakan suku bunga. Spekulasi sudah mulai berembus.

Ibrahim menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah global yang sudah tembus US$100 per barel berisiko mendongkrak inflasi. Kalau sudah begini, The Fed punya alasan untuk bertahan atau bahkan menaikkan suku bunga acuan. Imbasnya ke arus modal global bisa signifikan.

Persoalan minyak ini juga bikin pusing di dalam negeri. Harga yang tinggi, terlebih jika bertahan di atas US$92 per barel, berpotensi membebani anggaran pemerintah dan memperlebar defisit fiskal.

“Beberapa pengamat menilai defisit anggaran harus tetap dijaga di kisaran 3 persen, salah satunya dengan melakukan efisiensi belanja,” ujar Ibrahim.

Ia mengingatkan, tekanan fiskal dan persepsi risiko semacam ini bisa memengaruhi penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap utang Indonesia. Ujung-ujungnya, nilai tukar rupiah yang bisa jadi korban.

Jadi, meski pagi ini cerah, awan mendung masih menggelayut di atas kepala rupiah. Perdagangan hari ini dipastikan akan menarik untuk disimak.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar