Jakarta – Rupiah buka pagi ini dengan catatan hijau. Di perdagangan Selasa (17/3/2026), mata uang kita menguat meski ada bayang-bayang tekanan yang masih mengintai sepanjang hari.
Patokan Bloomberg menunjukkan, pada pukul sembilan pagi, rupiah menguat 0,15 persen ke posisi Rp16.971 per dolar AS. Penguatan ini berjalan beriringan dengan indeks dolar yang sedikit melemah ke level 99,91.
Lalu, bagaimana dengan kawasan? Pergerakan mata uang Asia terlihat beragam. Ada yang merah, ada pula yang hijau. Yen Jepang melemah, sementara dolar Taiwan dan peso Filipina justru menguat cukup signifikan. Yuan China dan ringgit Malaysia juga menguat tipis. Di sisi lain, won Korea dan baht Thailand tercatat melemah.
Tapi jangan senang dulu. Meski dibuka dengan optimisme, analis pasar memprediksi rupiah masih bisa terperosok lagi nanti. Kisaran Rp16.990 sampai Rp17.050 per dolar AS disebut-sebut sebagai zona tekanan potensial hari ini.
Lantas, apa yang membayangi?
Menurut analis pasar uang Ibrahim, situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang memanas, jadi salah satu faktor utamanya. Ketegangan di sana bikin pelaku pasar waspada.
“Belum lagi, semua mata sekarang tertuju ke The Fed,” tambahnya.
Artikel Terkait
Ribuan Pemudik Berangkat Gratis dari Depok, Puncak Arus Diprediksi Besok
Tito Karnavian Desak Daerah Percepat Pendataan untuk Hunian Tetap Korban Bencana
BMKG Peringatkan Potensi Hujan di Banyumas, Pemudik Diminta Waspada
Taliban Klaim 400 Tewas dalam Serangan Udara Pakistan di Kabul, Islamabad Bantah