Dia melanjutkan, efek dari label halal itu sendiri ternyata punya dampak ganda. Di satu sisi, konsumen merasa aman dan tenang. Di sisi lain, secara bisnis, ini bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Jadi, ada nilai lebih yang didapat kedua belah pihak.
"Label halal memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi masyarakat. Di sisi lain, hal ini juga meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas terhadap produk," jelasnya.
Namun begitu, ajakannya tidak berhenti di situ. Haikal melihat ini sebagai langkah kolektif yang lebih besar. Dia mendorong seluruh pelaku usaha untuk bersinergi memperkuat rantai nilai industri halal, dari hulu hingga hilir.
"Mari kita bersama-sama memperkuat halal value chain dari hulu sampai hilir," pungkasnya. Tujuannya jelas: kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional bisa digenjot jika seluruh mata rantai bergerak serempak.
Ajakan ini disampaikannya sebelumnya juga di Jakarta, pada Minggu (15/3). Intinya, momen religius dan momentum ekonomi harus bisa berjalan beriringan, dengan kehalalan dan kualitas sebagai fondasinya.
Artikel Terkait
TASPEN Lepas 35 Bus untuk Mudik Gratis, 1.400 Pemudik Dijamin Asuransi
Dosen Laporkan Penumpang KRL ke Polisi atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Ramai, Puncak Diprediksi 18-20 Maret
Panglima TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial