Wacana ini sendiri muncul setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sidang kabinet paripurna Jumat lalu, Prabowo menyoroti langkah-langkah adaptif beberapa negara, termasuk Pakistan, dalam menghadapi gejolak di kawasan Asia Barat.
"Mereka menganggap situasinya sudah kritis," kata Prabowo.
"Lalu mengambil langkah-langkah darurat. Mirip seperti saat kita menghadapi COVID dulu."
Prabowo menjelaskan, Pakistan menerapkan WFH untuk 50% pegawai, baik di pemerintahan maupun swasta. Hari kerja mereka pun dipangkas menjadi empat hari dalam seminggu. Bahkan, gaji menteri dan anggota parlemen dipotong untuk dialihkan guna membantu masyarakat yang paling terdampak.
Dari situ, terlihat ada dua hal yang berjalan: wacana penghematan energi dan contoh nyata dari negara lain. Pertanyaannya sekarang, apakah skema serupa cocok diterapkan di sini? Golkar tampaknya ingin pemerintah tidak terburu-buru. Kajian mendalam dan pemetaan yang cermat, itulah yang mereka desak.
Artikel Terkait
One Way Nasional Diberlakukan Besok untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik
Polisi Tetapkan Dua Petugas ASDP Tersangka Praktik Calo Tiket di Pelabuhan Batam
Uni Eropa Tegaskan Tolak Kirim Angkatan Laut ke Selat Hormuz
110 Jembatan di Riau Dibangun dari Dana CSR dan Yayasan, Diresmikan Hari Ini