Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas

- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:45 WIB
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas

Kementerian Informasi Pakistan lebih dulu merilis pernyataan serupa. Mereka menyebut serangan udara tersebut "secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris," termasuk gudang persenjataan dan peralatan teknis milik Taliban Afghanistan serta militan Pakistan yang berbasis di sana. Semua fasilitas itu, klaim mereka, digunakan untuk melancarkan serangan ke warga sipil Pakistan yang tidak bersalah.

Penargetan dinyatakan dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalisir kerusakan tambahan. Mereka mencap klaim Mujahid sebagai "palsu dan menyesatkan," hanya ditujukan untuk membangkitkan sentimen dan menutupi dukungan Kabul terhadap aksi teror lintas batas.

Desakan dari PBB dan Akar Konflik

Menariknya, serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi. Mereka menyerukan penguasa Taliban di Afghanistan untuk lebih gencar memerangi terorisme. Resolusi yang diadopsi bulat itu memang tak menyebut Pakistan, tetapi mengutuk keras segala bentuk aktivitas teroris.

Ini menyentuh akar persoalan. Pakistan selama ini menuduh Kabul memberikan perlindungan bagi kelompok militan, terutama Taliban Pakistan, yang mereka anggap kerap melakukan serangan di wilayah Pakistan. Kabul tentu saja membantah semua tuduhan ini.

Konflik terkini ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun. Semua berawal dari serangan udara Pakistan akhir Februari lalu yang diklaim Kabul menewaskan warga sipil. Afghanistan membalas dengan serangan lintas batas, dan gencatan senjata yang pernah ditengahi Qatar pun buyar.

Suasana kini betul-betul memanas. Pakistan bahkan menyatakan diri dalam "perang terbuka" dengan Afghanistan. Pernyataan-pernyataan dari kedua pihak saling bersilangan. Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar, misalnya, mengklaim telah menewaskan 684 pasukan Taliban. Klaim yang langsung ditepis Kabul dengan menyebut angka korban jauh lebih rendah, sambil membalas bahwa mereka telah menewaskan lebih dari seratus tentara Pakistan.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga bersuara. Dia menuding Taliban Afghanistan telah melanggar "garis merah" dengan menggunakan drone yang melukai warga sipil di Pakistan pekan lalu.

Di tengah situasi yang makin ruwet ini, Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Salam Hanafi berpidato. Dalam sebuah pertemuan dengan analis dan media, dia menegaskan bahwa mempertahankan kedaulatan adalah tugas seluruh warga negara. Hanafi menyatakan penyesalan mendalam atas korban sipil, sambil bersikukuh bahwa perang ini dipaksakan kepada Afghanistan.

Sementara komunitas internasional menatap was-was, seruan gencatan senjata sejauh ini seperti tak didengar. Kekhawatiran besar muncul karena wilayah ini masih menjadi sarang bagi berbagai kelompok militan lain. Ketegangan antara Kabul dan Islamabad, sayangnya, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar