Langkah-langkah itu, sambungnya, juga sejalan dengan arahan Presiden dan instruksi Kapolri. Intinya, prosesnya harus berjalan hati-hati dan terukur.
"Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setiap informasi yang sampai ke masyarakat harus terverifikasi dulu. Tujuannya, ya biar tidak memicu spekulasi atau salah paham," tambahnya.
Prinsip Hati-hati Ditekankan
Di sisi lain, Irjen Asep kembali menekankan soal transparansi dan kehati-hatian. Pengungkapan kasus ini, menurutnya, tidak boleh gegabah.
"Dalam pelaksanaannya, prinsip kehati-hatian kami utamakan. Verifikasi informasi itu kunci, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat," ujar Asep mengulang poin pentingnya.
Dia menyebut arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo cukup jelas: pengusutan harus objektif. Tak ada ruang untuk main-main.
"Sekali lagi kami tegaskan, Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," jelasnya menutup pernyataan.
Masyarakat kini tinggal menunggu. Akankah penyelidikan dengan pendekatan ilmiah ini membuahkan hasil yang konkret dan segera mengungkap dalang di balik aksi keji tersebut? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Golkar Siapkan 20 Bus Mudik Gratis untuk Tiga Provinsi
Polisi Periksa Baju Meleleh dan Helm Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Arus Mudik Mulai Padat di Tol Cipali, Volume Kendaraan Naik 9,2 Persen
Keluarga Pemudik Tersasar di Tol Semarang-Solo Diselamatkan Patroli Polisi