Lalu bagaimana dengan angkutan umum dan barang? Ternyata masih ada, meski volumenya tak sebanyak kendaraan pribadi. Untuk angkutan kecil, pergerakannya berkisar ratusan unit per hari. Sementara angkutan barang besar, jumlahnya paling banyak di H-7 yaitu 875 kendaraan, lalu terus menurun di hari-hari berikutnya.
Yang menarik, rata-rata kendaraan per jam juga berfluktuasi. Puncaknya di H-6 dengan hampir 2.900 kendaraan melintas setiap jamnya. Bandingkan dengan H-5 yang hanya sekitar 1.140 kendaraan per jam tampaknya banyak yang sudah sampai tujuan atau memilih berangkat lebih awal.
Menurut Andi, kondisi ini menunjukkan geliat mudik sudah dimulai, meski puncak sesungguhnya belum tiba. "Arus kendaraan diprediksi akan terus meningkat menjelang puncak mudik. Kami terus melakukan pemantauan lalu lintas di sejumlah titik strategis," katanya.
Menyikapi hal ini, pihak Dishub sudah menyiapkan sejumlah langkah. Pengaturan lalu lintas di jalur arteri akan diperketat, tentu dengan koordinasi penuh polisi. Petugas juga disiagakan penuh. Mereka siap melakukan rekayasa lalu lintas jika volume kendaraan tiba-tiba melonjak tajam di jalan-jalan utama Cirebon. Semoga saja perjalanan semua lancar dan selamat.
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Kuansing Dirikan Sekolah dan Pesantren, Diusulkan Raih Hoegeng Awards
Pegawai SPPG Purbalingga Dipecat Usai Unggah Status WhatsApp Merendahkan Masyarakat
Polisi Kawal Ratusan Pemudik Motor di Bakauheni untuk Jamin Keamanan
Plafon Pasar Sehat Soreang Ambruk, Satu Tewas dan Tiga Luka-luka