Pelatih Nasional Soroti Pentingnya Fondasi Teknik dan Karakter dalam Pembinaan Atlet Finswimming Usia Dini

- Minggu, 15 Februari 2026 | 20:15 WIB
Pelatih Nasional Soroti Pentingnya Fondasi Teknik dan Karakter dalam Pembinaan Atlet Finswimming Usia Dini

MURIANETWORK.COM - Pembinaan atlet finswimming sejak usia dini kini menjadi fokus utama untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang di Indonesia. Pelatih nasional Livia Iriana menegaskan, pendekatan ini mengutamakan penguasaan teknik dasar dan pembentukan karakter, jauh sebelum berbicara tentang kecepatan atau perolehan medali. Hal ini dianggap krusial untuk menghindari pembinaan instan dan memastikan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Teknik Dasar dan Karakter Lebih Penting dari Prestasi Instan

Dalam wawancara tertulisnya, Livia Iriana, Pelatih Nasional Finswimming Indonesia, dengan tegas menyatakan bahwa pembinaan untuk atlet muda tidak boleh terjebak pada target kemenangan semata. Menurutnya, fokus harus diarahkan pada hal-hal yang lebih mendasar.

"Pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai kejuaraan kelompok usia, termasuk Sumedang Finswimming Competition yang digelar pada 14 Februari 2026. Pada kategori usia 7–11 tahun, penyelenggara memberikan medali di sejumlah nomor sebagai bentuk apresiasi dan motivasi," jelas Livia.

Namun, ia menekankan bahwa kompetisi di level ini sebaiknya berfungsi sebagai ajang belajar, bukan sumber tekanan. Kesalahan teknik yang dibiarkan sejak dini, menurut pengamatannya, akan berdampak signifikan pada performa atlet di level kompetisi yang lebih tinggi kelak.

Konsep Latihan yang Menyenangkan dan Aman

Melihat usia atlet yang masih belia, Livia menerapkan konsep latihan berbasis kesenangan atau fun-based training. Tujuannya jelas: menjaga agar anak-anak tetap menikmati setiap proses di kolam renang. Beban latihan pun dirancang secara hati-hati, mengikuti tahap pertumbuhan melalui pendekatan progressive development untuk menghindari cedera.

"Beban latihan disesuaikan dengan tahap pertumbuhan melalui pendekatan progressive development, sehingga tidak membebani fisik secara berlebihan. Aspek keselamatan di air juga menjadi perhatian, termasuk edukasi penggunaan monofin dan bifin secara aman," ungkapnya.

Pendekatan yang sistematis dan berjenjang ini sejalan dengan prinsip yang digariskan oleh Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS), federasi induk olahraga bawah air internasional.

Bukti Nyata dari Pembinaan Jangka Panjang

Komitmen Livia pada pembinaan berkelanjutan tidak hanya berupa teori. Bersama suaminya, mantan atlet nasional Petrol Apostle Kambey, ia mendirikan Klub Liv Finswimming sebagai wadah implementasi ide-idenya. Hasilnya mulai terlihat, seperti pada kejuaraan di Sumedang dimana klub tersebut meraih sejumlah medali, termasuk dari atlet-atlet usia dini.

Meski prestasi itu patut diapresiasi, Livia kembali menegaskan bahwa medali bukanlah tolok ukur utama kesuksesan program pembinaan usia dini. Baginya, konsistensi latihan, kedisiplinan, serta sinergi antara pelatih dan orang tua dalam mendampingi anak jauh lebih berharga.

Investasi untuk Masa Depan Finswimming Indonesia

Sebagai bagian dari Komisi Pelatihan PB POSSI, Livia memandang serius perannya. Ia melihat pembinaan usia dini sebagai sebuah investasi strategis untuk masa depan finswimming nasional. Harapannya, semakin banyak sekolah dan klub yang membuka program serupa, didukung oleh pelatih bersertifikasi dan fasilitas yang merata.

"Pembinaan usia dini bukan hanya tentang mencetak juara, tetapi membangun generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap olahraga air. Tanpa fondasi yang kuat, prestasi di level elite akan sulit dipertahankan," tutup Livia, menggarisbawahi visi jangka panjang yang dipegangnya.

Pandangan ini mengisyaratkan sebuah pergeseran paradigma yang sehat dalam dunia olahraga, dari sekadar mengejar podium menuju pembangunan ekosistem atletik yang kokoh sejak dari akarnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar