Minggu sore di Hambalang, Bogor, tak seperti biasanya. Suasana di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto justru ramai oleh kedatangan sejumlah menteri bidang ekonomi. Pertemuan yang digelar pada 15 Februari 2026 itu punya agenda khusus: membahas strategi Indonesia menghadapi perundingan ekonomi internasional, terutama dengan Amerika Serikat.
Nada Prabowo tegas. Ia menekankan, diplomasi ekonomi harus berdampak langsung bagi kepentingan nasional. Setiap kesepakatan yang dibuat, instruksinya, wajib memberikan keuntungan maksimal bagi Indonesia. Titik.
Lewat unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, poin itu ditegaskan kembali.
Selain fokus pada hubungan bilateral dengan AS, pertemuan itu juga menyoroti dua hal krusial untuk menguatkan pondasi ekonomi dalam negeri. Pertama, perundingan internasional harus benar-benar mampu mendongkrak produktivitas industri lokal. Bukan sekadar angka di atas kertas, tapi dampaknya harus terasa nyata.
Artikel Terkait
Megawati Serukan Persatuan Politik Tuntut Keadilan atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Pasangan Muda-Mudi Diguyur Air Warga Usai Ketiduran Berpelukan di Musala Pantai Logending
Pencarian Dua Mahasiswi Terseret Arus di Wira Garden Masih Berlanjut
Kebakaran SPBE di Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas, 7 Orang Luka dan 19 Rumah Rusak