Mawar, misalnya. Aromanya lembut dan menenangkan, cocok untuk suasana romantis. Lalu ada Oud, dengan karakter kayu yang hangat dan terkesan mewah. Untuk teman tidur, lavender adalah jawabannya – aromanya herbal, segar, dan dikenal bisa meningkatkan kualitas istirahat.
Jangan lupa vanila. Wanginya yang memikat, hangat, dan lembut bisa menciptakan nuansa nyaman. Ridhima juga merekomendasikan kayu cendana. Aromanya yang earthy dan menenangkan mampu menciptakan atmosfer hening, cocok untuk meditasi atau sekadar mencari ketenangan.
Lalu, bagaimana dengan bau-bau membandel yang bersembunyi di sudut tersembunyi? Misalnya, di kolong tempat tidur, di balik tirai yang berdebu, atau di keranjang baju kotor.
Cara-cara simpel lain juga bisa dicoba. Misalnya, meletakkan kantung kecil berisi kelopak mawar kering atau potongan kayu cedar. Semangkuk potpourri atau kapas yang ditetesi minyak esensial favorit di sudut ruangan juga efektif menyegarkan udara secara alami. Intinya, kamar yang wangi itu dimulai dari kebersihan, lalu diperkaya dengan aroma pilihan yang bikin betah.
Artikel Terkait
Rupiah Mengawali Pagi dengan Penguatan, Analis Waspadai Tekanan di Sisa Hari
Ledakan Kapal di Pelabuhan Selayar Tewaskan Dua Awak
Korlantas: Arus Mudik Masih Terkendali, Puncak Diprediksi 18 Maret
UEA Tutup Total Wilayah Udara Menyusul Serangan Balasan Iran