Dalam sebuah pertemuan bisnis yang dihadiri puluhan perusahaan Tiongkok, ajakan untuk berkolaborasi pun disampaikan secara gamblang. David Sebastian dari Divisi Bisnis FORMAS secara khusus mengajak investor untuk membangun infrastruktur dan teknologi di tanah air.
"FORMAS sangat menyambut baik pertemuan ini," ujar David.
"Kami mengajak para investor Tiongkok untuk bersama-sama berinvestasi di Indonesia. Dukungan investor dan teknologi dari China kami harap bisa membuka banyak lapangan kerja, yang pada ujungnya meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Gebrakan FORMAS ini mendapat apresiasi dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok. Nur Evi Rahmawati, perwakilan KBRI, menilai kolaborasi semacam ini sangat strategis. Alasannya jelas: potensi ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, dengan pasar yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa.
Evi pun optimis. Menurutnya, hubungan dagang Indonesia-Tiongkok berpeluang besar mencetak rekor baru di tahun 2026 ini. Sektor-sektor seperti fintech, e-commerce, dan kesehatan digital disebut-sebut akan menjadi motor penggeraknya. Sebuah harapan yang wajar, mengingat geliat kerja sama kedua negara memang sedang berada di puncaknya.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Kapal KM Citra Anugrah Tewaskan Dua ABK di Selayar
Pengadilan Selesaikan Pengukuran Tanah Hotel Sultan, Eksekusi Makin Terbuka
Ledakan Tabung Gas di Kapal Tewaskan Dua Awak di Pelabuhan Selayar
Dua Ponsel Oppo Laku Rp 59,7 Juta di Lelang KPK, Disebut Anomali