Kremlin memilih diam. Itulah respons mereka menanggapi gemuruh kabar yang menyebut pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang menjalani perawatan di Moskow. Kabar itu muncul setelah serangan gabungan AS dan Israel mengguncang Teheran.
Dmitry Peskov, juru bicara pemerintah Rusia, dengan tegas menolak berkomentar. "Kami tidak berkomentar mengenai laporan semacam itu dengan cara apa pun," ujarnya kepada Anadolu Agency, Senin (16/3/2026).
Nada yang sama ia pakai untuk menanggapi klaim Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, soal dugaan pasokan drone Rusia ke Iran. Peskov justru balik menyerang.
"Anda perlu menghubungi kepala rezim Kyiv, menanyakan dari mana ia mendapatkan informasi tersebut. Kami tidak berkomentar mengenai pernyataan seperti itu," katanya, dingin.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran sendiri mengakui bahwa Mojtaba memang terluka dalam serangan itu. Hanya saja, mereka tutup mulut soal di mana sang pemimpin sekarang berada.
Artikel Terkait
FORMAS Buka Kantor di Beijing untuk Perkuat Jembatan Investasi Indonesia-China
Kapolsek Cileungsi Sikat Otak Perampok Lansia dengan Menyamar Jadi Petugas PLN
Muhammadiyah Imbau Takbir Keliling Ditiadakan di Bali Demi Hormati Nyepi
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Blitar Tengah Malam