Aksi mereka sungguh brutal. Tangan dan kaki korban diikat, matanya dilakban. Bahkan, kepala mereka ditutupi sarung. Kondisi mengenaskan itu baru ditemukan oleh kerabat sekitar pukul dua dini hari hanya selang satu jam setelah kejadian.
"Kedua korban ditemukan oleh saudaranya pada pukul 2 dini hari pada hari yang sama, dengan kondisi mata terikat lakban kemudian juga mukanya ditutup sarung. Kemudian saudaranya pada pagi harinya atas nama A melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi," kata Wikha.
Yang lebih menyayat hati, nenek Samah mengalami penyiksaan fisik. Karena dianggap melawan, dia dipukuli hingga wajahnya lebam. Telinga dan mulutnya sampai mengeluarkan darah.
"Untuk Ibu S sebagai korban, karena melawan mengalami kekerasan yaitu dipukul hingga dua mata lebam pada saat ditemukan. Kemudian mulut dan telinga mengeluarkan darah, sampai beberapa waktu terakhir ibu S ini mengalami kehilangan pendengaran yang sekarang kondisinya sudah lebih baik," papar Wikha.
Kini, tiga pelaku sudah dalam tahanan. Polisi masih memburu tiga lainnya yang masih buron. Kejadian ini tentu meninggalkan trauma mendalam bagi korban, sekaligus menjadi peringatan keras bagi warga sekitar.
Artikel Terkait
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar
Polisi Ungkap Komplotan Perampok di Cileungsi, Hasil Curian Dibeli Vila dan Kebun
Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat 75% Saat Gelombang Mudik Lebaran
Pemerintah Bahas Efisiensi dan Penyesuaian Anggaran di Rapat Koordinasi