Ia melihat konektivitasnya dengan LRT Jabodebek dan Transjakarta sebagai nilai plus. Bahkan, pengaturan keberangkatan penumpang di terminal ini disebut memungkinkan untuk dibuat semirip mungkin dengan sistem di bandara.
Tak cuma itu. Terminal ini punya peran strategis karena melayani rute ke berbagai kota di Pulau Jawa dan juga Sumatera. "Dan saya melihat ini masih bisa dikembangkan pengaturan yang lebih baik, termasuk UMKM-nya, pos-pos kesehatannya, pos pelayanannya," paparnya.
Rencana ke depan, kawasan terminal terpadu Kampung Rambutan akan dikembangkan oleh Badan Aset Milik Daerah.
Sementara itu, arus penumpang di terminal tersebut sudah mulai terasa. Jumlahnya terus bertambah mendekati puncak mudik. "Kurang lebih, 2.700an. Tapi, kalau misalnya keseluruhan sudah hampir 10.000 sudah melewati, karena beberapa hari itu di atas angka 2.000," tutur Ujang.
Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 17 dan 18 Ramadan. Untuk mengatasinya, pemerintah tak hanya mengandalkan empat terminal utama Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Tanjung Priok.
Mereka juga menyiapkan tiga terminal cadangan: Muara Angke, Lebak Bulus, dan Grogol. Semua itu demi satu tujuan: mudik lancar, warga pun tenang.
Penulis: Nirmala Hanifah
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat 75% Saat Gelombang Mudik Lebaran
Pemerintah Bahas Efisiensi dan Penyesuaian Anggaran di Rapat Koordinasi
Kecelakaan Maut di Puncak, Satu Tewas dan Satu Luka Berat Diduga Akibat Pengemudi Lelah
Mantan Pimpinan MPR/DPR Bahas Stabilitas dan Anggaran dalam Forum Kebangsaan