Laila pun mendorong semua pihak untuk segera duduk bersama. Menurutnya, perwakilan warga, pengelola perumahan, plus RT dan RW, perlu ngobrol baik-baik cari solusi. DPRD Surabaya, siap jadi penengah kalau diperlukan.
"Kami sempat memberikan teguran secara persuasif dan mengarahkan dengan baik. Kami minta RT dan RW duduk bersama mencari jalan keluar, termasuk soal mekanisme membuka kembali portal itu,"
Jelasnya. Sebagai jalan tengah, ia mengusulkan skema buka-tutup terbatas. Misalnya, portal dibuka pagi hari saat anak-anak berangkat sekolah dan siang saat pulang. Cara ini dianggap bisa memudahkan tanpa mengorbankan keamanan kompleks.
Intinya, Laila menekankan, masalah begini harus diselesaikan dengan kepala dingin dan komunikasi yang intens. Itikad baik dari semua pihak adalah kunci utamanya.
"Permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan baik-baik. Kuncinya, ada itikad baik dari semua pihak. Saya sebagai dewan selalu berharap masyarakat bisa tumbuh sebagai pribadi yang senantiasa menjaga kenyamanan dan keamanan bersama, terutama di lingkungan tempat tinggalnya. Bareng-bareng njogo Suroboyo, rek,"
Pungkas Laila, menutup pernyataannya dengan sentuhan khas Surabaya yang hangat.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol