Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses

- Senin, 16 Maret 2026 | 19:20 WIB
Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses

Warga di sekitar Perumahan Rungkut Menanggal Harapan lagi-lagi mengeluh. Kali ini, soal portal yang masih saja terkunci rapat, memblokir jalan utama menuju SDN Rungkut Menanggal 2. Keluhan mereka akhirnya sampai ke meja Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah.

Menurut sejumlah saksi, portal itu sebenarnya dipasang sejak masa pandemi dulu. Fungsinya waktu itu jelas: membatasi mobilitas demi mencegah penyebaran COVID-19. Tapi, anehnya, setelah pandemi dinyatakan berakhir, gerbang besi itu tak kunjung dibuka. Padahal, situasi sudah jauh berbeda.

"Ini menyulitkan warga. Padahal jalan tersebut akses utama. Kasihan kalau anak-anak harus memutar jauh untuk sampai ke sekolah,"

Ujar Laila dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026). Keluhannya itu bukan tanpa alasan. Ia sendiri sudah turun ke lokasi pada 23 Februari lalu. Di sana, ia melihat langsung betapa ribetnya warga, terutama para orang tua dan siswa, harus memutar jauh hanya untuk mencapai gerbang sekolah.

Di sisi lain, pengelola perumahan sebenarnya punya alasan. Mereka bilang sudah menyediakan jalan kecil sebagai alternatif. Namun begitu, jalur tikus itu ternyata terhalang besi pembatas. Konsekuensinya, hanya pejalan kaki yang bisa lewat. Sepeda motor? Jangan harap. Bagi Laila, opsi ini jelas bukan solusi. Malah bikin tambah repot.

"Saya tidak menyalahkan pihak perumahan karena mereka menutup portal demi keamanan, agar tidak terjadi pencurian kendaraan bermotor dan sebagainya. Namun, harusnya ada penyelesaian lain yang lebih baik,"

Katanya lagi. Usai peninjauan, ia mengaku sudah coba kembali berkomunikasi dengan warga. Sayangnya, sampai sekarang belum ada titik terang. Portalnya masih tertutup, keluhan tetap mengalir.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar