Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:25 WIB
Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat

Sore itu, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan pesan yang cukup tegas. Intinya sederhana: untuk mendongkrak ekonomi dan mengatasi kemiskinan, semua pihak harus sepakat dulu soal ukurannya. Tanpa indikator bersama, upaya yang dilakukan bisa jadi tak terarah dan sulit diukur hasilnya.

“Persepsi kita perlu sama, baru kita mencoba untuk mengurai masalah,” ujar Tomsi dalam forum yang digelar Jumat (27/2) itu. Pernyataannya itu baru dirilis keesokan harinya, Sabtu (28/2/2026).

Ia berbicara dalam Rakor yang membahas sejumlah isu krusial: penurunan kemiskinan dan pengangguran, pengelolaan lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, langkah pertama yang tak boleh dilewatkan adalah memastikan ketersediaan data dasar di tiap kabupaten dan kota. Baru setelah itu, semua bisa duduk bersama menyamakan sudut pandang.

Nah, mekanismenya sendiri bisa mencontoh pola yang sudah jalan untuk pengendalian inflasi. Tomsi punya usul konkret.

“Mudah-mudahan pertemuan sore hari ini kita membawa suatu keberkahan, dan tindak lanjutnya kita bisa konsisten setiap bulan, seperti masalah inflasi,” tegasnya.

Artinya, rakor semacam ini ia harap bisa digelar rutin tiap bulan. Tujuannya jelas: agar perkembangan di daerah bisa dipantau dan dievaluasi secara berkesinambungan, tidak sekadar seremonial belaka.

Di sisi lain, Tomsi menyadari bahwa semua ini bergantung pada kualitas data. Karena itulah, ia secara khusus meminta dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik.

“Tentunya, kalau untuk data ini, kami mohon dari Pak Waka BPS nantinya, yang tentunya banyak sekali untuk memberikan kontribusi terhadap data-data tersebut,” ungkapnya.

Ia menekankan, data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan adalah pondasi utama. Tanpa itu, kebijakan yang diambil hanya akan jadi kerjaan yang asal-asalan.

Tak lupa, ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang hadir. Suasana sore yang mendekati waktu berbuka puasa itu ia harap bisa dimanfaatkan untuk diskusi yang cair dan produktif.

“Sore hari ini, kita harapkan, sambil menunggu berbuka, ada hal-hal yang mungkin bisa kita sharing bersama,” katanya.

Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Di antaranya Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Sekjen Kemensos Robben Rico, Irjen Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri Muhamad Valiandra. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu yang dibicarakan memang memerlukan kolaborasi lintas kementerian yang solid.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar