Sore itu, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menyampaikan pesan yang cukup tegas. Intinya sederhana: untuk mendongkrak ekonomi dan mengatasi kemiskinan, semua pihak harus sepakat dulu soal ukurannya. Tanpa indikator bersama, upaya yang dilakukan bisa jadi tak terarah dan sulit diukur hasilnya.
“Persepsi kita perlu sama, baru kita mencoba untuk mengurai masalah,” ujar Tomsi dalam forum yang digelar Jumat (27/2) itu. Pernyataannya itu baru dirilis keesokan harinya, Sabtu (28/2/2026).
Ia berbicara dalam Rakor yang membahas sejumlah isu krusial: penurunan kemiskinan dan pengangguran, pengelolaan lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, langkah pertama yang tak boleh dilewatkan adalah memastikan ketersediaan data dasar di tiap kabupaten dan kota. Baru setelah itu, semua bisa duduk bersama menyamakan sudut pandang.
Nah, mekanismenya sendiri bisa mencontoh pola yang sudah jalan untuk pengendalian inflasi. Tomsi punya usul konkret.
“Mudah-mudahan pertemuan sore hari ini kita membawa suatu keberkahan, dan tindak lanjutnya kita bisa konsisten setiap bulan, seperti masalah inflasi,” tegasnya.
Artinya, rakor semacam ini ia harap bisa digelar rutin tiap bulan. Tujuannya jelas: agar perkembangan di daerah bisa dipantau dan dievaluasi secara berkesinambungan, tidak sekadar seremonial belaka.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS dan Israel dengan Tanpa Ampun
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog AS-Iran, Serukan Penghentian Eskalasi Militer
BKKBN Jatim Evaluasi Program Bangga Kencana, Soroti Capaian Stunting dan Tantangan Perkawinan Anak
Jay Idzes Jadi Andalan Sassuolo, Tampil Starter di 25 Laga Serie A