Pernyataan Iran Soal Pasukan Perdamaian di Gaza
Dalam proposal perdamaian Hamas-Israel yang digagas Presiden AS Donald Trump dan sudah dapat lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB, salah satu poin krusialnya adalah soal penempatan pasukan perdamaian. Nah, rencana ini ternyata tidak menarik minat Iran untuk turut serta.
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dengan tegas menyatakan negaranya tidak akan mengirimkan kontingen. Alasannya? Ia menekankan bahwa prioritas utama haruslah memikirkan hak hidup rakyat Palestina terlebih dahulu, jauh sebelum membicarakan aktivitas perdamaian lainnya.
"Tidak, Iran tidak tertarik mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Sebab kami yakin sebelum ada aktivitas perdamaian apa pun, kami harus memikirkan hak hidup rakyat Palestina,"
Pernyataan itu ia sampaikan di sela-sela acara Pameran Arsip Iran-Indonesia yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Rabu (26/11).
Di sisi lain, Boroujerdi mengapresiasi setiap langkah yang bertujuan menghentikan genosida dan pertumpahan darah di Gaza. Ia menegaskan bahwa Iran selalu mendukung upaya pemerintah dan pemimpin global dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan. Namun begitu, ada satu hal yang ia garisbawahi.
"Namun, kami yakin harus ada perdamaian sesungguhnya di Palestina. Kita harus menjaga hak rakyat Palestina untuk memilih apa yang mereka inginkan, memilih pemerintahan seperti apa yang mereka inginkan, serta mengakhiri genosida. Ini hal yang sangat penting,"
Ia kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih tegas. Baginya, mustahil membicarakan perdamaian yang hakiki ketika masih ada pihak lain yang menduduki tanah air suatu bangsa. Itu inti persoalannya.
Meski pesimis dengan kondisi saat ini, harapannya tetap ada.
"Tapi kami harap perdamaian akan berlanjut dan tidak ada lagi orang yang terbunuh di Palestina dan di belahan dunia mana pun,"
Pungkasnya, menutup perbincangan dengan nada haru sekaligus penuh harap.
Artikel Terkait
Bentrokan Warga di Petamburan Picu Pembakaran Dua Gerobak Dagangan
Mantan Suami Cekik Tewas Wanita di Serpong, Diduga Motif Sakit Hati
Riset: Kenaikan Cukai Rokok Selama 10 Tahun Belum Kurangi Keterjangkauan
JK Buka Peluang Jalur Hukum Atas Tudingan Penistaan Agama