Lalu, bagaimana dengan ancaman dari gejolak Timur Tengah? Konflik Iran, AS, dan Israel yang bisa menggoyang pasokan minyak global memang bikin was-was. Tapi Prabowo melihat posisi Indonesia tak terlalu terjepit. Alasannya, kita punya cadangan energi lain yang melimpah. Kelapa sawit dan batu bara, misalnya, harganya masih kompetitif dan bisa diandalkan untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri.
Belum lagi, pemerintah sedang mendorong keras pengembangan energi terbarukan. Panas bumi, tenaga surya, air, dan biofuel – semua digenjot. Strategi ini diharapkan bisa memotong ketergantungan kita pada impor energi secara signifikan, dan itu bisa terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan.
“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar," kata Prabowo dengan nada optimistis.
Optimisme itu disampaikan di tengah laporan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto soal potensi tekanan fiskal. Airlangga memperingatkan, perang yang berlarut-larut hingga 10 bulan ke depan bisa memberi beban serius. Namun, Presiden tampaknya lebih memilih fokus pada efisiensi di dalam negeri sebagai benteng pertahanan. Baginya, itulah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tetap bertahan, apa pun yang terjadi di luar sana.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol