Kementan dan TNI AL Kolaborasi Wujudkan Swasembada Kedelai dengan Lahan 10.000 Hektar

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:06 WIB
Kementan dan TNI AL Kolaborasi Wujudkan Swasembada Kedelai dengan Lahan 10.000 Hektar

Kementan dan TNI AL Kolaborasi Wujudkan Swasembada Kedelai

Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kemitraan strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk mempercepat program swasembada kedelai. Bentuk kolaborasi ini adalah pengembangan lahan kedelai seluas 10.000 hektare di wilayah binaan TNI AL.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kedelai adalah komoditas prioritas. "Masalah pangan adalah masalah strategis. Yang belum swasembada adalah kedelai dan ini adalah tugas berat," ujar Amran. Untuk itu, sinergi dengan TNI AL menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai.

Produktivitas Kedelai Meningkat Signifikan

Bukti keberhasilan kolaborasi ini sudah terlihat dengan panen varietas unggul Kedelai Garuda Merah Putih di Lampung Utara. Varietas ini menunjukkan hasil yang luar biasa dengan produktivitas mencapai 4 ton per hektare.

“Kedelai Garuda Merah Putih ini luar biasa, produksinya 4 ton per hektare. Kami dari Kementan siapkan benihnya, alat mesin pertanian, dan sarana produksi lainnya,” jelas Amran. Angka ini jauh melampaui produktivitas nasional saat ini yang berdasarkan data BPS hanya sekitar 1,623 ton per hektare.

Peran Strategis TNI dalam Ketahanan Pangan

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyatakan bahwa TNI memiliki peran vital dalam swasembada nasional. Dalam strategi ini, setiap matra TNI memiliki tugas khusus: TNI AD untuk beras, TNI AL untuk kedelai, dan TNI AU memberikan dukungan lahan.

Komitmen TNI AL juga ditegaskan oleh Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali. "TNI Angkatan Laut melalui program Pemberdayaan Wilayah Pertahanan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan stakeholder dalam berbagai program," kata Ali.

Dampak Kolaborasi terhadap Kebutuhan Nasional

Dengan produksi dalam negeri yang saat ini hanya memenuhi sekitar 10% kebutuhan nasional, kolaborasi Kementan dan TNI AL diharapkan dapat menutup celah impor. Pengembangan 10.000 hektare lahan kedelai dengan produktivitas tinggi diproyeksikan secara signifikan meningkatkan pasokan kedelai lokal, mendorong kedaulatan pangan Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar