Jakarta, 16 Maret 2026 – Batas defisit APBN 3% itu, bagi Presiden Prabowo Subianto, bukan sekadar angka. Itu adalah alat disiplin. Dan untuk saat ini, pemerintah tak punya niat mengutak-atiknya.
“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19,” tegas Prabowo dalam sebuah wawancara khusus dengan Bloomberg.
Pernyataan itu disiarkan resmi oleh Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dan dilaporkan oleh Antara hari ini. Presiden jelas ingin menjaga aturan main yang sudah baku dalam UU Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003. Menurutnya, patuh pada batasan itu penting sekali untuk menjaga kredibilitas kita di mata internasional. Soal kedisiplinan fiskal, ya, itu harga mati.
“Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” sambungnya lagi, menegaskan poin yang sama.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol