Lalu, bagaimana dengan Sitinjau Lauik yang sedang ada pembangunan flyover? Di sini, BPJN melakukan rekayasa teknis. Posisi barrier digeser mendekati drainase agar ruang untuk kendaraan tetap lega. Jadi, kapasitas jalan diharapkan tetap optimal menampung laju kendaraan pemudik.
Di sisi lain, kesiapsiagaan juga diperkuat dengan posko. Sebanyak 13 Posko Mudik Lebaran akan berjaga di sepanjang jalan nasional Sumbar. Posko-posko ini bakal beroperasi non-stop selama liburan, lengkap dengan petugas yang siaga 24 jam. Mereka jadi titik bantuan pertama jika ada masalah di jalan.
Tak cuma itu. Sebanyak 40 unit alat berat seperti ekskavator dan bulldozer telah disiagakan. Fungsinya untuk mengantisipasi gangguan tak terduga: longsor mendadak, pohon tumbang, atau keadaan darurat lain yang bisa menghentikan perjalanan. Persiapan ini dibuat selengkap mungkin.
Intinya, berbagai langkah telah diambil. Pemerintah berupaya keras agar perjalanan mudik masyarakat Sumbar tahun depan benar-benar lancar. Harapannya, semua bisa tiba di kampung halaman dengan selamat, dan kembali dengan penuh kenangan, tanpa terkendala masalah infrastruktur jalan.
Artikel Terkait
Keluarga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel Usai Buka Puasa di Tepi Barat
Iran Klaim Hancurkan Gudang Amunisi AS di Pangkalan Udara Al Dhafra
Polisi Gunakan Drone untuk Pantau Kemacetan di Puncak Saat Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Bandara Soetta Layani 94 Ribu Penumpang Keberangkatan