"Penyebab waktu penyimpanan daging yang terlalu lama. Jadi kesimpulan, sehingga tidak dapat diedarkan dan tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat,"
ungkapnya.
Jumlah barang buktinya pun tak main-main. Bareskrim menyita total sekitar 12,9 ton daging domba asal Australia yang kedaluwarsa. Barang ini ditemukan tersebar di tiga truk boks dan dua gudang tersembunyi di kawasan Batuceper dan Cikupa.
Yang lebih memprihatinkan, sebagian dari stok busuk itu ternyata sudah bocor ke pasar. Penyidik menemukan bukti penjualan, salah satunya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta.
"Jadi 14.000 kilogram (14 ton) ini terbagi menjadi tiga tahap. Yang pertama 1,6 (ton) dijual ke (pasar) Kebayoran Lama. Kemudian 9 ton lagi ditangkap oleh Resmob kemarin, dan sisanya masih ada sisa di gudang, jadi kita masih amankan,"
jelas Setyo merinci perjalanan daging kadaluarsa itu.
Artikel Terkait
Dishub DKI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 17-18 Maret
Jakarta Lengang, Pemerintah Terapkan WFA untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Kapolri Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman
Konflik Tanah Ulayat di Manggarai Nyaris Picu Bentrok Antarwarga