Dalam kesempatan yang sama, dia mengungkapkan angka yang cukup mengejutkan. Katanya, Iran sejauh ini telah meluncurkan sekitar 7.000 rudal dan 3.600 drone. Sasaran mereka? Target-target milik AS dan Israel.
Namun begitu, ada syarat yang diajukan agar konflik ini berakhir. Naini menegaskan, perang baru akan usai ketika apa yang disebutnya "musuh" mengakui kekuatan militer Iran, sekaligus ketangguhan pencegahan sosial yang dimiliki negara itu.
Nada ancamannya jelas. "Kami berupaya menghukum agresor," tegasnya, sambil menambahkan bahwa serangan-serangan berat dan destruktif akan terus berlanjut.
Pernyataan ini jelas memanaskan suasana. Di satu sisi, Iran menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Di sisi lain, tantangan langsung ke pemimpin AS seperti ini memperlihatkan betapa tegangnya hubungan kedua negara masih berlangsung hingga kini.
Artikel Terkait
Denise Chariesta Umumkan Rencana Bayi Tabung sebagai Single Parent
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional
Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses
Presiden Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah