Bantuan itu ternyata tak gratis. Petugas tersebut memintanya membayar Rp 80.000. Asrul pun menurut. Namun, rasa janggal langsung muncul begitu ia melihat secarik kertas tiket di tangannya. Tertera jelas di sana: harga normalnya cuma Rp 45.000. "Lho, kok beda jauh?" pikirnya. "Ini kan petugas resmi," ujarnya kemudian.
Merasa tidak terima, Asrul pun memberanikan diri untuk komplain. Dia mendatangi petugas lain dan melaporkan kejadian aneh tadi. Tak lama, dia dipertemukan kembali dengan oknum petugas yang membantunya membeli tiket tadi.
Untungnya, masalah ini berakhir baik. Setelah diadukan, selisih uang yang telah dibayarkan Asrul akhirnya dikembalikan. Tiket seharga Rp 45.000 itu pun tetap sah untuk digunakan. Meski begitu, pengalaman itu meninggalkan kesan tak sedap di hati pria sepuh itu di tengah keriuhan arus mudik.
Artikel Terkait
Bengkel di Bekasi Perkenalkan Metode Rebuild Total untuk Servis Kaki-Kaki Mobil
Sopir Truk Protes Penolakan Muatan dengan Parkir Melintang di Pelabuhan BBJ
Jadwal Salat dan Waktu Utama Zakat Fitrah di Denpasar 16 Maret 2026
Lazio Kalahkan AC Milan 1-0, Peluang Scudetto Rossoneri Semakin Tipis