Nah, dari data yang ada, pemudik yang tumpah ruah di terminal ini kebanyakan menuju Jawa dan Sumatra. Angkanya memang naik. Tapi yang menarik, persentase kenaikan untuk total keberangkatan justru lebih tinggi, menyentuh 11,1 persen. Artinya, lebih banyak orang yang benar-benar berangkat, bukan sekadar numpang lewat atau datang.
Secara rinci, bus yang masuk tercatat 483 unit dengan membawa 4.102 penumpang. Di sisi lain, untuk arus keluar atau keberangkatan, sudah 460 kendaraan yang meluncur mengangkut 4.443 pemudik.
Padahal, kapasitas terminal sebenarnya bisa menampung hingga 600 armada. Faktanya? Baru sekitar 400 unit yang benar-benar beroperasi di lapangan saat ini. Ya, masih ada ruang lebih, tapi tampaknya itu tak akan bertahan lama.
Pihak terminal memprediksi puncak keramaian justru belum datang. Mereka memperkirakan hari-hari paling sibuk akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret mendatang. Makanya, buat para calon pemudik, pesannya sederhana: waspada dan berangkatlah lebih awal. Jangan sampai terjebak dalam kepadatan yang diprediksi akan memuncak nanti.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Tabrakan Minibus dan Truk di Jalur Mudik Garut, Tak Ada Korban Jiwa
Wali Kota Semarang Umumkan Perbaikan Darurat dan Rencana Betonisasi Jalan Citarum
Bus Tabrak Lima Mobil Pemudik di Tol Batang, Satu Luka Ringan
Petugas KAI Bergerak di Stasiun Pekalongan Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran