Channel 12, salah satu media lokal, melaporkan bahwa petugas penyelamat berusaha mencapai lokasi-lokasi krusial meski situasinya cukup berbahaya. Warga diimbau untuk tetap berlindung sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.
Di sisi lain, serangan rudal ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Latar belakangnya adalah konflik yang sudah memanas sebelumnya. Pemicunya adalah serangan gabungan AS dan Israel di Iran yang disebut-sebut menewaskan ribuan warga sipil. Serangan balasan ini seperti sebuah respons yang sudah diperkirakan banyak pihak.
Jadi, meski teknologi pertahanan Israel terbilang canggih dan berhasil mencegat rudal, dampaknya tetap terasa. Fragmen panas yang berhamburan itu menjadi bukti bahwa dalam konflik semacam ini, jarang ada yang benar-benar luput dari kerusakan. Keberhasilan intersepsi tadi setidaknya mencegah kehancuran yang jauh lebih masif. Tapi bagi warga yang rumahnya hampir terbakar, ancaman itu terasa sangat nyata.
Sekarang, situasi perlahan mulai terkendali. Tapi ketegangan masih terasa menggantung di udara, sama seperti asap kebakaran yang mungkin belum sepenuhnya sirna.
Artikel Terkait
Polisi Tegaskan Foto Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Adalah Hasil AI
Penyintas Banjir Pidie Jaya Bersyukur di Huntara, Berharap Segera Dapat Hunian Tetap
KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Cilacap Dipindah ke Banyumas
Pemkot Cilegon Memberangkatkan 2.000 Pemudik Gratis dengan Sistem Tiket Digital