JEMBRANA – Bayangkan antrean kendaraan yang tak berujung, membentang puluhan kilometer. Itulah pemandangan horor yang menghadang para pemudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Minggu (15/3/2026) lalu. Arus mudik Lebaran tahun ini disebut-sebut salah satu yang terburuk, benar-benar menguji kesabaran mereka yang ingin menyeberang ke Jawa.
Pantauan di lapangan sejak pagi hari sudah memperlihatkan situasi yang luar biasa padat. Kemacetan total itu bahkan sudah merembet hingga depan mako Yonif 741 di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. Kalau dihitung-hitung, antreannya mengular tak tanggung-tanggung: sekitar 36 kilometer dari pelabuhan!
“Setiap tahun memang macet, tapi tahun ini parah sekali,” keluh Irfan, pemudik asal Tabanan yang hendak pulang ke Jawa.
“Ini macetnya sampai masuk ke Kota Negara. Kami terjebak sudah belasan jam dan pergerakannya sangat lambat.”
Ya, kondisi ini jelas di luar perkiraan banyak orang. Meski sudah siap mental akan ada kepadatan, tapi yang terjadi benar-benar ekstrem. Para pemudik mau tak mau harus bersabar ekstra, bertahan di dalam kendaraan mereka yang hampir tak bergerak.
Artikel Terkait
Sotong Gerakkan Ekonomi Desa Kelong, Puluhan Ibu Rumah Tangga Terbantu dari Olahan Ikan Delah
Kakorlantas Tinjau Operasi Ketupat 2026, Angka Fatalitas Kecelakaan di Jabar Turun 91 Persen
Pertamina Berangkatkan Lebih dari 5.000 Pemudik dengan 153 Bus di TMII
Lonjakan 100 Persen Pemudik Lebaran 2026 Serbu Terminal Kampung Rambutan