"Setelah penilaian yang cermat terhadap situasi di Timur Tengah, kami konfirmasi bahwa Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan dilaksanakan pada bulan April," begitu bunyi pernyataan tersebut.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, juga angkat bicara. Ia menekankan bahwa keselamatan personel dan komunitas balap adalah hal utama yang tidak bisa dikompromikan.
"FIA akan selalu mendahulukan kesejahteraan kolega dan komunitas kami. Keputusan ini kami ambil dengan penuh tanggung jawab demi menjaga standar keamanan tersebut," ujar Ben Sulayem.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas situasi yang terjadi dan berharap stabilitas cepat pulih. Meski dibatalkan, harapan untuk balik ke sirkuit di kedua negara itu tetap ada tentu saja kalau keadaan sudah benar-benar aman.
Dampaknya lumayan besar. Jadwal balap jadi bolong besar, menciptakan jeda kompetisi hampir lima pekan. Setelah seri Jepang di akhir Maret 2026, para tim dan pembalap harus menunggu hingga awal Mei untuk balapan lagi di Miami. FIA juga sudah bilang, tidak akan ada balapan pengganti untuk mengisi kekosongan ini.
Efeknya nggak cuma buat F1. Seri pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy yang biasanya ikut meramaikan weekend balapan, juga ikut-ikutan dicoret dari kalender April. Semua serentak berhenti sejenak, menunggu situasi membaik.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Kapolda Riau Tinjau Akhir Kesiapan Jembatan di Kampar Jelang Peresmian Kapolri
Polda Sumsel Terapkan Pengantongan Truk dan Siagakan Tim Urai Macet untuk Amankan Mudik
Badan Pengkajian MPR Gelar FGD Kritis Evaluasi Demokrasi Pasca-Reformasi
Serpihan Rudal Iran Picu Kebakaran di Beberapa Kota Israel