Peluncuran rudal kali ini sepertinya menegaskan lagi suasana yang sudah sangat beku. Baru-baru ini, Korut secara terang-terangan memupus harapan akan pencairan hubungan dengan Seoul. Mereka menyebut upaya perdamaian dari Korsel cuma "lelucon yang canggung dan menipu". Bahasanya keras banget.
Bulan lalu, Kim Jong Un sendiri sudah bersuara. Dia bilang negaranya "sama sekali tidak ada urusan" dengan Korea Selatan, yang dia sebut sebagai "entitas paling bermusuhan". Bahkan, Korsel akan secara permanen dikeluarkan dari kategori rekan senegara. Pernyataan yang bikin hati miris.
Latihan gabungan "Freedom Shield" yang jadi pemicu ketegangan ini sendiri dimulai Senin (9/3). Latihan yang melibatkan sekitar 18.000 tentara Korea Selatan ini direncanakan bakal berlangsung hingga 19 Maret nanti.
Bagi Korea Utara yang bersenjata nuklir, latihan semacam ini selalu dilihat sebagai gladi resik untuk invasi. Sudah dari dulu pola pikirnya begitu.
Dan ancaman tidak cuma datang dari Kim Jong Un. Awal pekan, Kim Yo Jong, sang adik yang juga orang kepercayaannya, sudah mengingatkan. Latihan gabungan itu, katanya, "dapat menyebabkan konsekuensi yang sangat mengerikan".
Nah, peluncuran rudal hari ini seperti jadi jawaban nyata dari ancaman yang sudah diumbar itu. Situasinya makin panas, dan dunia lagi-lagi cuma bisa menunggu, sambil berharap krisis tidak makin meluas.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Serukan Integritas Nyata Pasca Penetapan Bupati Cilacap Tersangka KPK
KPK Tangkap Bupati Cilacap Diduga Paksa Setoran Rp750 Juta untuk THR
Tiket Mudik Lebaran 2026 KAI Terjual Hampir 700 Ribu, Masih Tersisa 377 Ribu Kursi
Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Viral karena Keras Seperti Batu