Pernyataan terbaru ini muncul setelah beberapa hari Trump terlihat berubah-ubah dalam menyikapi kemajuan perang. Sebelumnya, dia sempat sesumbar bahwa AS "menang" dan perang bisa berakhir "sangat segera". Namun belakangan, nada bicaranya berubah total, penuh tekad untuk terus berperang.
Ancaman itu makin nyata setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, memberi sinyal perlawanan tanpa kompromi. Trump langsung membalas.
geramnya, menggunakan kata kasar untuk menyebut para pemimpin Iran.
Semua ini berawal dari serangan gabungan AS dan Israel skala besar yang dilancarkan sejak akhir Februari lalu. Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang rudal dan drone ke target-target di Israel dan negara Teluk yang jadi pangkalan militer AS. Konflik pun kian meluas, tak terkendali.
Situasinya makin rumit setelah Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam konflik. Kekosongan kekuasaan itu kini diisi oleh putranya sendiri, Mojtaba Khamenei. Dunia menunggu, dengan cemas, apa yang akan terjadi pekan depan sesuai ancaman Trump.
Artikel Terkait
Porter Stasiun Senen Raup Rp500 Ribu per Hari Saat Puncak Arus Mudik
Gerindra Siapkan Hadiah Rp 10 Juta bagi Pelapor Penyelewengan BBM Subsidi
Korlantas Pantau Arus Mudik Lancar di Cikampek via Drone, Puncak Diprediksi Pekan Depan
Chelsea Tumbang di Kandang, Harapan Liga Champions Terancam