“Namun demikian dengan kegiatan dash run ini,” lanjutnya, “ini tentunya selain juga aktualisasi diri dari adik-adik kita untuk bisa berolahraga ya khususnya di lari, lari cepat ya dash run. Di satu sisi juga ini merupakan bagian yang positif untuk bisa mengembangkan potensi olahraga yang dimiliki.”
Tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat. Rupanya, acara serupa juga digelar di beberapa kabupaten dan kota lain di Jawa Barat. Hanya saja, sebagian masih memanfaatkan jalan raya tentu ini berisiko.
Di sisi lain, dengan lokasi seperti Stadion Pakansari, semuanya jadi lebih terkendali. Aman untuk pesertanya, dan tidak mengganggu pengendara atau warga sekitar. “Daripada nanti kalau di tempat yang di luar kan tentunya akan lebih banyak berisiko,” jelas Wirdhanto. Intinya, olahraga bisa tetap berjalan, tapi ketertiban umum juga harus dijaga.
Pada akhirnya, menurutnya, lomba semacam ini punya efek ganda. Selain menyalurkan hobi, juga membantu menekan angka gangguan keamanan. Polisi pun bisa lebih mudah memantau dan membina komunitas-komunitas muda, khususnya yang punya hobi lari.
“Sehingga akhirnya bisa kita arahkan untuk mengarah kepada hal yang lebih baik dan positif,” pungkasnya. Malam itu di Pakansari, teriakan penonton bukan untuk keributan, tapi untuk sportivitas. Hasilnya? Semua pihak senang.
Artikel Terkait
Porter Stasiun Senen Raup Rp500 Ribu per Hari Saat Puncak Arus Mudik
Gerindra Siapkan Hadiah Rp 10 Juta bagi Pelapor Penyelewengan BBM Subsidi
Korlantas Pantau Arus Mudik Lancar di Cikampek via Drone, Puncak Diprediksi Pekan Depan
Chelsea Tumbang di Kandang, Harapan Liga Champions Terancam