Di sisi lain, rezeki dari Allah SWT itu sejatinya bukan cuma untuk kita habiskan sendiri. Ada tanggung jawab moral di sana. Kita yang mampu, baik secara materi maupun tenaga, punya kewajiban untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Dan menariknya, membantu orang lain dengan tulus itu efeknya seringkali luar biasa bagi jiwa. Kebahagiaan yang muncul dari menolong sesama rasanya berbeda, lebih dalam dan tulus, dibanding kebahagiaan semu dari membeli barang mewah yang kesekian.
Jadi, intinya mungkin begini: dengan belajar mengendalikan nafsu dan fokus pada hal yang benar-benar penting, kita bisa meraih kehidupan yang lebih tenang. Hidup yang tidak hanya aman dan sehat, tapi juga bahagia bersama keluarga dan lingkungan sekitar. Itu semua berawal dari rasa cukup.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen dan Kemenpora Sepakat Perkuat Olahraga dan Karakter Pelajar
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka dengan Syarat Khusus
Politisi DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Andrie Yunus
Polisi Megamendung Amankan 30 Botol Miras dalam Patroli Ramadan