Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I, nasib naas menimpanya. Sebuah motor yang dibawa dua orang mendekat. Tanpa basa-basi, cairan kimia berbahaya itu disiramkan ke arah wajah dan tubuh Andrie.
Menurut sejumlah saksi, teriakan kesakitan langsung terdengar. Cairannya begitu keras, sampai-sampai pakaian yang dikenakan korban meleleh. Pelaku buru-buru kabur ke arah Salemba Raya, meninggalkan satu barang bukti: sebuah gelas stainless steel.
Saat ini, Andrie Yunus terbaring di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kondisinya cukup serius. Tim medis menyebut dia mengalami luka bakar seluas 24 persen, tersebar di area mata, wajah, dada, dan tangan. Enam dokter spesialis dikerahkan. Bahkan, rencana operasi transplantasi membran amnion sedang disiapkan untuk berusaha menyelamatkan jaringan matanya yang rusak parah.
Fakta lain yang menguatkan dugaan motif teror: tak ada satu pun barang berharga Andrie yang hilang. Serangan ini, bagi KontraS, murni upaya intimidasi untuk membungkam suara kritis di negeri ini.
Kejadian ini jelas meninggalkan luka yang dalam. Bukan hanya di tubuh seorang Andrie Yunus, tapi juga pada wajah demokrasi kita.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Kerahkan Dua Satgas Khusus Amankan Rest Area Arus Mudik 2026
KPK Sita Rp610 Juta di OTT Cilacap, Uang Dikemas dalam Goodie Bag untuk THR Eksternal
Korlantas Imbau Pemudik Manfaatkan Rest Area, Kecelakaan Naik 4,8% di Hari Kedua Operasi Ketupat
Korban Penyiraman Air Keras KontraS Alami Luka Bakar 24 Persen, Polisi Genjot Penyidikan