Kebijakan-kebijakan ini merupakan bagian dari konsep yang digaungkan Pramono, yaitu “Mudik ke Jakarta”. Tapi, jangan salah paham dulu. Menurutnya, istilah ini bukan ajakan bagi orang dari daerah untuk berbondong-bondong datang ke Jakarta.
“Dalam kesempatan ini saya juga ingin meluruskan beberapa pemberitaan mengenai mudik ke Jakarta. Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian dimana-mana datang ke Jakarta untuk mudik,” katanya.
Lalu, apa maksudnya? Gampangnya, ini lebih ke ajakan untuk menikmati Jakarta yang sedang lengang. Saat jalanan sepi, kemacetan berkurang, dan suasana kota relatif lebih tenang. Pramono melihat ini sebagai sebuah peluang.
“Karena memang pasti mereka bukan tempatnya di Jakarta. Tetapi Jakarta kali ini memberikan ruang bagi siapapun orang untuk bisa menikmati Jakarta ketika Jakarta sedang lengang. Karena dari data yang ada kemungkinan jumlah pemudiknya kurang lebih sama dengan tahun yang lalu,” jelasnya.
Jadi, inti dari semua program diskon dan transportasi gratis ini sederhana: membuka ruang. Harapannya, warga yang memilih tinggal di kota bisa punya pengalaman liburan yang berbeda. Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan bisa sedikit mendongkrak aktivitas pariwisata dan perekonomian lokal selama masa libur panjang.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Prioritas Utama: Keamanan Kontingen Garuda di Lebanon Selatan
KPK Tersendat Usut Korupsi Makanan Bayi dan Ibu Hamil Akibat Barang Bukti Hilang
BPBD Agam Siagakan Personel dan Peralatan Antisipasi Bencana Saat Arus Mudik Lebaran
RUU Perampasan Aset Tanpa Vonis Mulai Digodok DPR, Pakar Ingatkan Perlindungan Hak Warga