Menko Hukum Yusril Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Serangan Demokrasi

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:15 WIB
Menko Hukum Yusril Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Serangan Demokrasi

Reaksi keras juga datang dari lingkaran pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, dengan tegas menyebut kejadian ini sebagai serangan terhadap demokrasi.

"Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri," kata Yusril dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Dia menegaskan, aktivis HAM bekerja untuk kepentingan yang lebih luas, bukan untuk diri sendiri. Menurutnya, penegakan HAM dan demokrasi adalah amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.

Namun begitu, Yusril mengingatkan bahwa dalam iklim demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal wajar. Tapi, kekerasan bukanlah jawaban. "Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun satu pihak berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan," ujarnya.

Pesan tegasnya untuk polisi pun jelas: jangan hanya menangkap pelaku di lapangan. "Mereka harus mampu membongkar siapa dalang di balik semua ini," tambah Yusril.

Ia mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan aparat. Yusril juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjunjung tinggi hukum dan HAM, menyiratkan bahwa kasus ini harus diselesaikan tuntas.

Kini, semua mata tertuju pada penyelidikan polisi. Masyarakat menunggu, apakah teror terhadap suara kritis ini akan berujung pada pengungkapan yang transparan, atau justru tenggelam dalam kabar yang tak pasti.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar