Reaksi keras juga datang dari lingkaran pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, dengan tegas menyebut kejadian ini sebagai serangan terhadap demokrasi.
"Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri," kata Yusril dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Dia menegaskan, aktivis HAM bekerja untuk kepentingan yang lebih luas, bukan untuk diri sendiri. Menurutnya, penegakan HAM dan demokrasi adalah amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.
Namun begitu, Yusril mengingatkan bahwa dalam iklim demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal wajar. Tapi, kekerasan bukanlah jawaban. "Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun satu pihak berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan," ujarnya.
Pesan tegasnya untuk polisi pun jelas: jangan hanya menangkap pelaku di lapangan. "Mereka harus mampu membongkar siapa dalang di balik semua ini," tambah Yusril.
Ia mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan aparat. Yusril juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjunjung tinggi hukum dan HAM, menyiratkan bahwa kasus ini harus diselesaikan tuntas.
Kini, semua mata tertuju pada penyelidikan polisi. Masyarakat menunggu, apakah teror terhadap suara kritis ini akan berujung pada pengungkapan yang transparan, atau justru tenggelam dalam kabar yang tak pasti.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Goodie Bag THR Rp 20-100 Juta dari Bupati Cilacap, Target Setoran Rp 750 Juta
PPP Banten Gelar Muswil di Akhir Ramadan, Fokus Konsolidasi Jelang Pemilu 2029
Gubernur DKI Gratiskan Transportasi Publik dan Beri Diskon Wisata Saat Lebaran
OLXmobbi Gandeng Motul Berikan Paket Perawatan untuk Pembeli Mobil Bekas