Lalu, apa peran konkretnya? Sigit meminta para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir untuk turun tangan. Mereka diharap bisa membantu menyosialisasikan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti hilirisasi industri atau pengembangan energi hijau. Ini penting banget, sebab Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Momentum yang cuma sekali lewat.
"Kita harus mempersiapkan SDM-SDM kita dan bonus demografi hanya terjadi satu kali. Jika tidak bisa kita lalui dengan baik, maka harapan kita untuk melompat dari negara berkembang menjadi negara maju akan menjadi berat,"
tegas Kapolri.
Acara yang cukup penting ini dihadiri oleh banyak wajah familiar. Dari kalangan ulama, hadir Pengasuh Utama Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansur, Rois Aam PBNU KH Miftaqul Ahyar, dan Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar. Dari pihak pemerintahan dan TNI-Polri, tampak Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Rudy Saladin, dan tentu saja Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto.
Kapolri sendiri tak datang sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat puncak Mabes Polri. Misalnya Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Astamaops Kapolri Komjen Mohamad Fadil Imran, serta Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir. Mereka semua terlihat serius mendengarkan, sesekali berbincang santai dengan para tamu. Suasana khidmat, tapi tetap cair khas silaturahmi Ramadan.
Artikel Terkait
Astra dan Honda Siapkan 1.600 Teknisi dan Posko 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026
Bupati Cilacap dan Sekda Ditahan KPK Usai OTT Dugaan Pemerasan
Menhub Tinjau Arus Mudik di Pantura Cirebon, Soroti Bahaya Mencari Koin di Pinggir Jalan
18 Jamaah Umrah Indonesia Terkatung Usai Kebakaran Hotel di Makkah