Kapolda Metro Jaya Tinjau Arus Mudik di Pulo Gebang, Jumlah Penumpang Turun

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:10 WIB
Kapolda Metro Jaya Tinjau Arus Mudik di Pulo Gebang, Jumlah Penumpang Turun

Sabtu pagi (14/3/2026) lalu, Terminal Terpadu Pulo Gebang di Jakarta Timur ramai, tapi tidak seramai hari sebelumnya. Itulah yang disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, usai meninjau langsung arus mudik di terminal tersebut. Menurutnya, jumlah penumpang hari itu terpantau lebih sedikit.

"Hari ini kami cek ke Pulo Gebang, dan dapat info jumlah penumpangnya tak sebesar kemarin," ujar Asep di hadapan wartawan.

"Dinamika seperti ini wajar. Besok-besok pasti bisa berubah lagi," tambahnya, sambil berharap perjalanan mudik ke depan tetap lancar.

Peninjauan ini bagian dari Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro. Operasi ini, kata Asep, mencakup pengamanan di 1.647 titik. Rinciannya cukup banyak. Ada 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 9 pos khusus untuk memantau arus mudik. Belum lagi 83 pos di sentra ekonomi, serta titik-titik di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan.

"Kami siapkan juga pengamanan untuk 471 kantor bank dan 164 kantor pegadaian," jelasnya. "Lalu ada 621 objek vital seperti gardu SPBU, PLN, dan depo Pertamina. Saya rinci semua biar jelas."

Tak cuma itu. Pengamanan juga menyasar momen religius dan wisata. Ada 13 lokasi malam takbiran, 133 titik salat Id dan pembagian zakat, serta 37 lokasi ziarah yang diawasi. Sembilan objek rekreasi populer macam Ancol, Ragunan, dan Taman Mini pun tak luput dari pengecekan.

Untuk mengawal semua titik itu, Polda Metro mengerahkan 6.812 personel. Rinciannya, 5.092 dari Polri (2.700 dari jajaran Polda dan 2.392 dari Polres).

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar