Soal kenyamanan publik, DLH tampaknya cukup detail. Fasilitas toilet darurat itu tak hanya untuk lokasi wisata. Mereka juga akan disiagakan di tempat pemakaman umum, posko mudik, bahkan hingga lembaga pemasyarakatan. Semua demi mendukung sarana kebersihan yang layak sebelum dan sesudah hari raya.
Yang menarik, perhatian juga tertuju pada arus mudik. DLH menyiagakan personel dan sarana di titik-titik transportasi publik: stasiun, terminal, pelabuhan. Ini bagian dari kampanye 'Mudik Minim Sampah' yang digaungkan.
"Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,"
jelas Asep.
Kerja sama dengan pengelola moda transportasi pun dijalin. Tujuannya, agar pengangkutan sampah di titik-titik itu berjalan rutin dan program ini tak sekadar wacana. Mereka ingin kebersihan dan kenyamanan para pemudik benar-benar terjaga.
Pesan penutupnya sederhana tapi penting.
"Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,"
tutup Asep Kuswanto.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Dugaan Pemerasan Berkedok THR
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Dipulangkan dari Arab Saudi
KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka, Sita Rp610 Juta untuk THR Eksternal
Meta Luncurkan Fitur Balasan Otomatis AI untuk Penjual di Facebook Marketplace