Menurut pengalamannya, puncak arus malam hari biasanya baru terjadi setelah waktu buka puasa dan salat tarawih usai. Selain alasan ibadah, banyak pemudik yang sengaja memilih bepergian malam hari. Alasannya klasik: menghindari teriknya matahari siang.
Karena itu, Dedi Prasetyo mengingatkan jajarannya untuk siaga penuh. Langkah antisipasi harus dioptimalkan, terutama peran tim pengurai lalu lintas.
“Tim pengurai ini penting sekali. Mereka adalah unit reaksi cepat yang harus betul-betul memonitor dinamika lapangan. Tujuannya satu: memastikan arus tetap lancar,” tegasnya.
Jadi, meski arus bertambah, kondisi hingga siang tadi masih terkendali. Tantangan sesungguhnya diperkirakan akan datang beberapa jam lagi, ketika malam mulai larut dan ribuan kendaraan lainnya memenuhi jalan.
Artikel Terkait
Meta Luncurkan Fitur Balasan Otomatis AI untuk Penjual di Facebook Marketplace
Kapolri Ajak Ulama dan Tokoh Jatim Jaga Stabilitas Hadapi Dampak Konflik Global
Patung Fatmawati Sedang Hamil Diresmikan di Taman Bendera Pusaka Jakarta
Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Pelabuhan Merak